Universitas Kristen Indonesia

UKI Menjadi universitas unggulan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat yang antisipatif dalam era globalisasi berdasarkan nilai-nilai kristiani

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita

Pengumuman

Sarjana Kedokteran




Lihat Pengumuman


 Infant Mortality Rate (IMR) atau Angka Kematian Bayi (AKB) adalah salah satu indikator yang dipakai untuk menentukan derajat sosial dan ekonomi masyarakat dan negara. Angka ini termanisfestasi sebagai Human Development Index (HDI) suatu negara.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan AKB adalah meningkatkan cakupan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pemberian ASI ekslusif 6 bulan pertama. Menurut World Breastfeeding Trends Initiative(2015), Indonesia berada di peringkat 55 dari 75 negara yang mengimplementasikan kebijakan dan program ASI ekslusif. Walaupun ada kenaikan dari 27,5% (3013) menjadi 51,5% (2015), tetapi tidak memenuhi target kementerian kesehatan, yaitu 80% pada tahun 2015.

Berdasarkan data tersebut Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (FK UKI) bekerja sama dengan beberapa organisasi seperti GKIA (Gerakan Nasional Kesehatan Ibu dan Anak), PELKESI (Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia), PIKI (Persatuan Intelligensia Kristen Indonesia), PISKA (Persekutuan Intelegensia Sinar Kasih), AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia), dan Wahana Visi Indonesia,  yang peduli terhadap IMD dan ASI Ekslusif mengadakan kegiatan seminar danworkshop “Breastfeeding Workshop, Our Roles in Protecting, Promoting, Supporting Mothers and babies”.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberi manfaat secara individu dan organisasi yang concern pada penegakkan hak bayi baru lahir untuk mendapatkan ASI ekslusif dan tertarik melakukan analisis hukum nasional yang berbasis Code dengan semua elemen yang terkait untuk advokasi kewaspadaan formula atau Makanan Pengganti ASI (MPASI).

Workshop ini berlangsung selama dua hari sejak 3-4 Maret 2016, bertempat di Ruang Kuliah 1, Kampus FK UKI, Cawang. Fasilitator yang mengisi kegiatan tersebut di antaranya, dr. Louisa A. Langi., M.Si., M.A., (Dosen FK UKI), dr. HMS_4853Candra Wijaya, M.Epid- (Anggota Presidium GKIA), dan Nia Umar, S.Sos., MKM., IBCLC- (Konsultan Ibu Menyusui AIMI).

Sambutan pertama disampaikan oleh Sekretaris Umum PELKESI, Ida Junita Sibarani, S.Kp., MARS.

“PELKESI sebagai penyelenggara bersama FK dan beberapa organisasi tanpa kerja sama yang baik acara ini tidak dapat dilaksanakan. Kami dari PELKESI sangat berterima kasih untuk semua sarana yang disiapkan dan semua peserta yang hadir. Semoga apa yang didapatkan dapat dipraktikan untuk masyarakat,” ucap Ida.

Selanjutnya Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia, dr. Marwito Wiyanto, M.Biomed, AIFM, mengatakan bahwa pemerintah sudah sadar akan tingginya AKB sejak puluhan tahun yang lalu sehingga muncul kebijakan ‘buka keran’, yaitu kebebasan untuk membuka akademi kebidanan, akan tetapi tidak ada impact-nya. Sehingga saat ini harus dilaksanakan program 1000 hari pertama kehidupan. Evi Douren, mewakili Ketua Umum DPP PIKI, sepakat dengan apa yang disampaikan oleh dr. Marwito bahwa 1000 hari signifikan untuk menurunkan AKB dan Bidan menjadi tombak untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi..

Setelah sambutan-sambutan, seminar sesi pertama dimulai oleh Mia Sutanto, S.H., L.LM, Ketua Umum AIMI yang membahas tentang Pentingnya Perlindungan, Promosi, dan Dukungan untuk Ibu Menyusui. Mia menjabat sebagai ketua AIMI sejak tahun 2007. Ia menyampaikan bahwa masalah menyusui terkait dengan Hak Asasi Manusia, oleh karena itu setiap ibu berhak untuk menyusui bayinya, dan setiap bayi berhak untuk disusui ibunya.

HMS_4882“Kalau kita mendukung pemberian ASI kita menyelamatkan angka kematian ibu dan bayi. Dukungan empat elemen masyarakat, yaitu Ayah, keluarga, sesama ibu menyusui, dan konselor menyusui,” ujar Mia

Materi selanjutnya disampaikan oleh Nia Umar, S.Sos., MKM.,  IBCLC (AIMI) tentang Sejarah Kode Internasional, Farahdhiba Tenrilemba, M.Kes (Sekjen AIMI) tentang Ruang Lingkup Kode Internasional, dr. Louisa A. Langi, M.Si., M.A., tentang Resiko Pemberian Susu Formula, dan Esther GN Telaumbanua, S.E. (Aktifis Perempuan & Koordinator PISKA) tentang Menyusui dari Sudut Pandang Kesetaraan Gender.

Hari kedua sekaligus hari terakhir diadakan diskusi kelompok dan presentasi dalam kelas besar yang didampingi oleh dr. Candra Wijaya, M.Epid. Masing-masing kelompok membuat komitmen dan harapannya ke depan setelah mengikuti seminar dan workshop breastfeeding ini.

Wakil Dekan III bidan Kemahasiswaan, dr. Louisa A. Langi, M.Si., M.A menyampaikan kata penutupnya. “Sukacita selama dua hari dan ini perdana seminar mengenai breastfeeding. Biarlah hal ini menjadi dorongan untuk kita agar lebih semangat mendukung, karena ibu dan anak adalah aset kita,” kata dr. Louisa.HMS_4981

Terakhir, dr. Candra Wijaya, M.Epid menyampaikan pesannya untuk seluruh peserta, “Ini adalah hal yang baru buat kita. Kita bukan hanya memberitahu atau menyebarkan, tapi kita harus memperjuangkan hal ini. Sama-sama kita kawal kesehatan ibu dan anak di Indonesia,” pungkas dr. Candra.

 

Login




Pengunjung


Total Pengunjung:129434
Hari ini:50
Total Hit:313663

Link